Wednesday, September 30, 2015

Laporan Praktikum Daun Angsana



I.  PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tumbuhan merupakan makro organisme kompleks yang memiliki keunikan tersendiri . Tumbuhan memanfaatkan energi matahari digunakan oleh mahluk lainnya. Hal ini teristimewa karna tumbuhan memiliki klorofil didalam kloroplas yang merupkan bagian dari plastid sel tumbuhan, selain tumbuhan, rumput laut, alga dan bakteri tertentu dapat melakukan fotosintesis pula. Pada prinsipnya dalam proses ini energi cahaya digunakan untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula sederhana.
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
            Anatomi daun dibagi menjadi 3 bagian :
Ø  Epidermis
 Epidermis merupakan lapisa terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula.
Pada epidermis terdapat stomata atau mulut daun, stomata berguna untuk berlangsungnya pertukaran gas dari dan keluar tubuh tumbuhan.
Epidermis berfungsi untuk pengambilan nutrisi dari dalam air dan untuk pertukaran gas.
Ø  Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons, jaringan pembuluh daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh terletak pada tumbuhan yakni pembuluh kayu (xylem) yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap  akar dari tanah menuju daun dan pembuluh tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis.
Ø  Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri  dari dua bagian lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang) keduanya mengandung kloroplas.
·         Angsana/Linggua
        Angsana merupakan pohon meranggas dan jenis tanaman pohon tinggi, tingginya dapat mencapai 10-40 meter (Joker, 2002 dan Suryo winoto 1997). Diameter batang 2 meter, biasanya bentuk pohon jelek, pendek, terputir, beralur dalam dan berbanir.  Kayunya mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut "kino" atau darah naga.
      Daunnya majemuk dengan 5-,11 anak daun,  berbulu,  duduk bergantian (Joker, 2002). Bentuk daun bulat telur memanjang, unjungnya meruncing, tumpul, mengkilat, panjangnya 4-10 cm, lebar 2,5 -5 cm anak tangkai lebih kurang0,5 -1,5 cm.

1.2.Tujuan Percobaan
      Adapun tujuan percobaan dari pratikum ini
1.      Mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan yang penting dalam proses fotosintesis.
2.      Melihat perbedaan sel yang aktif dalam proses fotosintesis
1.3 Manfaat Percobaan
        Adapun manfaat percobaan dari praktikum ini
1.      Mengerti pentingnya peran tumbuhan dalan proses perubahan energi.
2.      Memahami pentingnya peran daun sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.



II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Deskripsi Angsana
          Angsana atau linggua (pterocarpus indicus) adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari suku Fabacea (= Leguminoseae, polong-polongan). Kayunya besar, kasar, kemerah-merahan dan cukup berat yang dalam perdagangan dikelompokan sebagai narra atau rose wood.
        Daunnya majemuk dengan 5-11 anak daun, berbulu, duduk bergantian (Joker, 2002). Bentuk daun bulat telur memanjang, unjungnya meruncing, tumpul, mengkilat, panjangnya 4-10 cm, lebar 2.5-5 cm, anak tangkai lebih kurang 0.5 - 1.5 cm..
Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyususun semua mahluk hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di sel. Tumbuhan hewan dan manusia tersusun atas sel dengan fungsinya masing – masing.
          Sel jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel. Ini dapat digambarkan dengan kegiatan kita sehari-hari, misalnya ketika kita melakukan aktivitas membaca buku. Sel-sel apa sajakah yang bekerja saat kita melakukan aktivitas itu ? Sel-sel tubuh yang bekerja antara lain sel otot. Dengan adanya sel otot, maka tangan kita bisa memegang buku. Selain itu, sel batang dan kerucut mata juga bekerja menerima bayangan tulisan atau gambar. Setelah itu, sel otak akan menerjemahkan sehingga menghasilkan suatu pengertian.
Berdasarkan gambaran tersebut dapat kita ketahui bahwa sel itu hidup dan saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup. Fakta tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringan – jaringan akan menyusun organ. Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan.
Pada tumbuhan, dinding sel berfungsi antara lain untuk melindungi protoplas, sebagai penguat tanaman dan mencegah terjadinya dehidrasi. Komponen utama penyusun dinding sel adalah polisakarida.
Dinding sel tumbuhan muda masih terlihat tipis yang terdiri atas selaput zat pektin. Setelah sel tumbuhan bertambah tua, maka dinding sel akan menebal dan zat pembentuknya adalah selulosa. Dinding sel bagian dalam berhubungan langsung dengan membran plasma. Membran ini bisa terlihat apabila sel berada di dalam larutan yang lebih pekat daripada larutan dalam sel, sehingga membran plasma akan lepas.












                                                III. METODE PERCOBAAN
3. 1 Waktu dan Tempat
       Praktikum ini berlangsung pada hari minggu tanggal 20 september 2015, pada pukul 08.00 WIT sampai selesai. Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Unkhair.
3. 2 Bahan dan Alat
       Bahan yang digunakan dalam praktikumini adalah berbagai macam daun tumbuhan (preparat).  Sedangkan alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu mikroskop, pinset, scalpel, kaca obyek, pencil, buku gambar, pencil warna, dan kamera.

3. 3 Metode Pelaksana
       Adapun metode pelaksana dari praktikum ini, yaitu :
1.      Bersihkan bagian tumbuhan dari tanah atau air sisa embun
2.      Iris tipis secara melintang setiap bagian (Preparat) tumbuhan dengan scalpel atau silet tajam. Tempatkan di atas gelas objek dengan mengguanakan pinset atau scalpel, lalu letakan dibawah mikroskop.
3.      Amati secara seksama. gambarkan
4.      Selanjutnya amati perbedaan sel daun tersebut            





IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
Hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat dilihat sebagai
berikut :



Keteranagan :
            a. Tulang Daun
            b. Stomata
                  c. Kloroplas


                                                                      c
                                                  a        
                 b
      Gambar: Sel daun linggua





4.2 Pembahasan
·         Tulang Daun
Tulang daun adalah urat-urat yang terdapat pada bagian tengah dari daun
·         Stomata
Stomata adalah celah - celah pada epidermis tumbuhan biasanya terdapat dalam jumlah yang banyak terutama pada bagian daun,

·         Kloroplas
Kloroplas adalah bagian dari sel tumbuhan yang mengandung klorofil.
Tidak ada perbedaan yang mencolok antara sel daun linggua dengan sel daun lainnya, karena sel yang dimiliki oleh daun linggua mirip dengan sel-sel daun pada umumnya.






V.KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan sel daun dapat disimpulkan sebagai berikut
·          Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari dari setiap organ tumbuhan
·         Sel daun linggua memiliki bagian - bagian sel, yaitu Tulang daun, stomata, Kloroplas
·         Pengamatan yang dilakukan pada siang hari bagian stomata pada sel tumbuhan sudah tetutup.
5.2 Saran
           Saran saya semoga pada praktikum yang berikutnya agar dapat menggunakan modul praktikum yang terbaru dan lebih jelas lagi, agar dapat membantu dalam menyusun laporan-laporan berikutnya.











DAFTAR PUSTAKA.
Agustini, M. 1994.Identifikasi Ciri Tekstur dan Kerapatan Stomata Dua Puluh Lima Jenis Pohon Suku Leguminose untuk Elemen Lansekap Tepi Jalan. Skripsi Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Brass, G. M., and W. Strauss. 1981. Air Pollution Control Part IV. John Willey and Sons. New York.
Ebadi, A. G., S. Zare., M.Mahdavi., and M. Babaee. 2005. Study and Measurement of Pb, Cd, Cr and Zn in Green Leaf Of Tea Cultivated in Gillan Province of Iran. Pakistan Journal of Nutrition 4 (4) : 270-272.
Inayah, S. T., L. Thamzil., dan Y. Etyn. 2009. Kandungan Pb Pada Daun Angsana (Pterocarpus Indicus) dan Rumput Gajah Mini (Axonopus. Sp) di Jalan Protokol Kota Tanggerang. ISSN 2 : 340-346.
Mufidah, I. 2007. Study Komparasi Akumulasi Timbal (Pb) pada Tanaman Mahoni (Swietenia mahoni Jacq.), Angsana (Pterocarpus indicusWilld.) dan Kersen (Muntingia calabura L.). Tesis Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Malang.
Putri, L.E.P,.E. Agustina., dan D. Zulfiana., 2009. Kandungdan Logam Pb di Dalam Jaringan Daun Angsana di Kampus I UIN Jakarta. Jurnal Biologi Lingkungan (3): 4-9.
Siregar, E. B. M. 2005. Pencemaran Udara, Respon Tanaman, dan Pengaruhnya pada Manusia. http://respiratory.usu.ac.id. Diakses 18 Februari 2012.
Sitompul, S.M., dan B. Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yokyakarta.
Sulasmini, L. K., M. S. Mahendra,. K. A. Lila. 2003. Peranan Tanamanan Penghijaun Angsana, Bungsur dan Daun Kupu-kupu sebagai Penyerap Pb dan Emisi Debu Kendaraan Bermotor di Jalan Cokroaminoto, Melati, Cut Nyak Dien di Kota Denpasar. Ecotropic (2) : 1 – 10.
Witham, F.H., D.F. Blydes., and R.M. Devlin. 1986. Exercise in Plant Physiology second Edition. Prinde Weber and Schmidt. Boston.




Dokumentasi






Gambar : Daun linggua


Gambar: Pohon Linggua



No comments:

Post a Comment

Berkicaulah dengan sopan