I.
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tumbuhan merupakan
makro organisme kompleks yang memiliki keunikan tersendiri . Tumbuhan
memanfaatkan energi matahari digunakan oleh mahluk lainnya. Hal ini teristimewa
karna tumbuhan memiliki klorofil didalam kloroplas yang merupkan bagian dari
plastid sel tumbuhan, selain tumbuhan, rumput laut, alga dan bakteri tertentu
dapat melakukan fotosintesis pula. Pada prinsipnya dalam proses ini energi
cahaya digunakan untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula sederhana.
Daun merupakan bagian
tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar
daun. Alat ini hanya terdapat pada saja dan tidak pernah terdapat pada bagian
lain pada tubuh tumbuhan. Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat
warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna
hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati
tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
Anatomi
daun dibagi menjadi 3 bagian :
Ø Epidermis
Epidermis
merupakan lapisa terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah untuk
mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan
kutikula.
Pada epidermis terdapat stomata atau mulut daun,
stomata berguna untuk berlangsungnya pertukaran gas dari dan keluar tubuh
tumbuhan.
Epidermis
berfungsi untuk pengambilan nutrisi dari dalam air dan untuk pertukaran gas.
Ø Jaringan
Pembuluh
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons,
jaringan pembuluh daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang.
Ada dua jenis pembuluh terletak pada tumbuhan yakni pembuluh kayu (xylem) yang
berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan pembuluh
tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis.
Ø Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari dua bagian lapisan sel, yakni palisade
(jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang) keduanya mengandung
kloroplas.
·
Angsana/Linggua
Angsana merupakan pohon meranggas dan jenis
tanaman pohon tinggi, tingginya dapat mencapai 10-40 meter (Joker, 2002 dan Suryo
winoto 1997). Diameter batang 2 meter, biasanya
bentuk pohon jelek, pendek, terputir, beralur dalam dan berbanir. Kayunya mengeluarkan eksudat merah gelap yang
disebut "kino" atau darah naga.
Daunnya
majemuk dengan 5-,11 anak daun,
berbulu, duduk bergantian (Joker,
2002). Bentuk daun bulat telur memanjang, unjungnya meruncing, tumpul,
mengkilat, panjangnya 4-10 cm, lebar 2,5 -5 cm anak tangkai lebih kurang0,5
-1,5 cm.
1.2.Tujuan
Percobaan
Adapun
tujuan percobaan dari pratikum ini
1. Mengetahui
bagian-bagian sel tumbuhan yang penting dalam proses fotosintesis.
2. Melihat
perbedaan sel yang aktif dalam proses fotosintesis
1.3 Manfaat Percobaan
Adapun
manfaat percobaan dari praktikum ini
1. Mengerti
pentingnya peran tumbuhan dalan proses perubahan energi.
2. Memahami
pentingnya peran daun sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
II.TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Deskripsi Angsana
Angsana atau linggua (pterocarpus
indicus) adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari suku
Fabacea (= Leguminoseae, polong-polongan). Kayunya besar, kasar,
kemerah-merahan dan cukup berat yang dalam perdagangan dikelompokan sebagai
narra atau rose wood.
Daunnya majemuk dengan
5-11 anak daun, berbulu, duduk bergantian (Joker, 2002). Bentuk daun bulat telur
memanjang, unjungnya meruncing, tumpul, mengkilat, panjangnya 4-10 cm, lebar
2.5-5 cm, anak tangkai lebih kurang 0.5 - 1.5 cm..
Sel
adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit
penyususun semua mahluk hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan
dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di
sel. Tumbuhan hewan dan manusia tersusun atas sel dengan fungsinya masing –
masing.
Sel jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak
bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah
diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan
sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel. Ini
dapat digambarkan dengan kegiatan kita sehari-hari, misalnya ketika kita
melakukan aktivitas membaca buku. Sel-sel apa sajakah yang bekerja saat kita
melakukan aktivitas itu ? Sel-sel tubuh yang bekerja antara lain sel otot.
Dengan adanya sel otot, maka tangan kita bisa memegang buku. Selain itu, sel
batang dan kerucut mata juga bekerja menerima bayangan tulisan atau gambar.
Setelah itu, sel otak akan menerjemahkan sehingga menghasilkan suatu
pengertian.
Berdasarkan gambaran
tersebut dapat kita ketahui bahwa sel itu hidup dan saling bekerja sama satu
dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup. Fakta tersebut menunjukkan bahwa
tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk
suatu jaringan, dan kemudian jaringan – jaringan akan menyusun organ. Organ
mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu
sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk
organisme baru.
Dari uraian tersebut
dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan.
Pada tumbuhan, dinding sel berfungsi antara lain
untuk melindungi protoplas, sebagai penguat tanaman dan mencegah terjadinya
dehidrasi. Komponen utama penyusun dinding sel adalah polisakarida.
Dinding sel tumbuhan muda masih terlihat tipis yang
terdiri atas selaput zat pektin. Setelah sel tumbuhan bertambah tua, maka
dinding sel akan menebal dan zat pembentuknya adalah selulosa. Dinding
sel bagian dalam berhubungan langsung dengan membran plasma. Membran ini bisa
terlihat apabila sel berada di dalam larutan yang lebih pekat daripada larutan
dalam sel, sehingga membran plasma akan lepas.
III.
METODE PERCOBAAN
3. 1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini berlangsung pada hari
minggu tanggal 20 september 2015, pada pukul 08.00 WIT sampai selesai.
Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Unkhair.
3. 2 Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikumini
adalah berbagai macam daun tumbuhan (preparat).
Sedangkan alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu mikroskop, pinset,
scalpel, kaca obyek, pencil, buku gambar, pencil warna, dan kamera.
3. 3 Metode Pelaksana
Adapun metode pelaksana dari praktikum
ini, yaitu :
1. Bersihkan
bagian tumbuhan dari tanah atau air sisa embun
2. Iris
tipis secara melintang setiap bagian (Preparat) tumbuhan dengan scalpel atau
silet tajam. Tempatkan di atas gelas objek dengan mengguanakan pinset atau
scalpel, lalu letakan dibawah mikroskop.
3. Amati
secara seksama. gambarkan
4. Selanjutnya
amati perbedaan sel daun tersebut
IV.HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil pengamatan yang telah dilakukan
dapat dilihat sebagai
berikut :


Keteranagan :
a.
Tulang Daun
b.
Stomata
c.
Kloroplas
c
a
b
Gambar: Sel daun linggua
4.2 Pembahasan
·
Tulang Daun
Tulang
daun adalah urat-urat yang terdapat pada bagian tengah dari daun
·
Stomata
Stomata
adalah celah - celah pada epidermis tumbuhan biasanya terdapat dalam jumlah
yang banyak terutama pada bagian daun,
·
Kloroplas
Kloroplas
adalah bagian dari sel tumbuhan yang mengandung klorofil.
Tidak
ada perbedaan yang mencolok antara sel daun linggua dengan sel daun lainnya, karena
sel yang dimiliki oleh daun linggua mirip dengan sel-sel daun pada umumnya.
V.KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari
hasil pengamatan sel daun dapat disimpulkan sebagai berikut
·
Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari dari
setiap organ tumbuhan
·
Sel daun linggua memiliki bagian -
bagian sel, yaitu Tulang daun, stomata, Kloroplas
·
Pengamatan yang dilakukan pada siang
hari bagian stomata pada sel tumbuhan sudah tetutup.
5.2 Saran
Saran saya semoga pada praktikum
yang berikutnya agar dapat menggunakan modul praktikum yang terbaru dan lebih
jelas lagi, agar dapat membantu dalam menyusun laporan-laporan berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA.
Agustini, M.
1994.Identifikasi Ciri Tekstur dan Kerapatan Stomata Dua Puluh Lima Jenis Pohon
Suku Leguminose untuk Elemen Lansekap Tepi Jalan. Skripsi Institut Pertanian
Bogor. Bogor.
Brass, G. M., and W.
Strauss. 1981. Air Pollution Control Part IV. John Willey and Sons. New York.
Ebadi, A. G., S. Zare.,
M.Mahdavi., and M. Babaee. 2005. Study and Measurement of Pb, Cd, Cr and Zn in
Green Leaf Of Tea Cultivated in Gillan Province of Iran. Pakistan Journal of
Nutrition 4 (4) : 270-272.
Inayah, S. T., L.
Thamzil., dan Y. Etyn. 2009. Kandungan Pb Pada Daun Angsana (Pterocarpus
Indicus) dan Rumput Gajah Mini (Axonopus. Sp) di Jalan Protokol Kota
Tanggerang. ISSN 2 : 340-346.
Mufidah, I. 2007. Study
Komparasi Akumulasi Timbal (Pb) pada Tanaman Mahoni (Swietenia mahoni Jacq.),
Angsana (Pterocarpus indicusWilld.) dan Kersen (Muntingia calabura L.). Tesis
Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Malang.
Putri, L.E.P,.E.
Agustina., dan D. Zulfiana., 2009. Kandungdan Logam Pb di Dalam Jaringan Daun
Angsana di Kampus I UIN Jakarta. Jurnal Biologi Lingkungan (3): 4-9.
Siregar, E. B. M. 2005.
Pencemaran Udara, Respon Tanaman, dan Pengaruhnya pada Manusia.
http://respiratory.usu.ac.id. Diakses 18 Februari 2012.
Sitompul, S.M., dan B.
Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press.
Yokyakarta.
Sulasmini, L. K., M. S.
Mahendra,. K. A. Lila. 2003. Peranan Tanamanan Penghijaun Angsana, Bungsur dan
Daun Kupu-kupu sebagai Penyerap Pb dan Emisi Debu Kendaraan Bermotor di Jalan
Cokroaminoto, Melati, Cut Nyak Dien di Kota Denpasar. Ecotropic (2) : 1 – 10.
Witham, F.H., D.F.
Blydes., and R.M. Devlin. 1986. Exercise in Plant Physiology second Edition.
Prinde Weber and Schmidt. Boston.
Dokumentasi
Gambar : Daun linggua
Gambar: Pohon Linggua
No comments:
Post a Comment
Berkicaulah dengan sopan