"Aisyah membungkam syiah"
Semoga bermnfaat, baca smpe selesai ya...
Kisah Aisyah ini terjadi pada hari Senin (15/9/14) di kota Medan,
sebelum dia pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat
rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu
karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari
lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan
membawanya ke pengajian.
Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang
penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada
sepupunya
Siapa mereka?
Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA.
Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat islami,
dia berkata: nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian
yang tertutup (jilbab besar).
Sepupunya menimpali: Tapi pemahaman mereka beda dengan
pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.
Aisyah pun bertanya: Memang bagaimana perbedaannya?
Sepupunya menjawab: Lebih baik kau bicara sendiri dengan
mereka.
Aisyah menjawab: Tapi aku sedang ada pengajian.
Sepupunya berkata: Sebentar saja, setidaknya kau bisa
mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.
Baiklah kata Aisyah.
Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan
mengucapkan salam.
Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan
bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.
Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya,: Kalian syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.
Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-
wanita Syiah..
Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi
memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan
tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam
pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.
Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang
sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian
sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah
dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian
punya waktu?
Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.
Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan
menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.
Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan
pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke
rumahmu?
Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna
Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..
Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna,
sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari
Islam.
Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan
pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.
Setelah selesai shalat Isya' beberapa menit kemudian datanglah
mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama
seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya,
berjubah putih dan imamah hitam.
Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan
mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.
Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam
mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung
mempersilahkan mereka masuk rumah.
Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah,
Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian
membawa seorang lelaki.
Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.
Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh
masuk?
Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani
kalian.
Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-
laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu
yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian
mereka.
Singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah
mereka pun di mulai.
Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya
siapa?
Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman
Salsabila, kenapa ya ukht?
Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin
memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami
panggil dengan Salsa saja?
Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan
nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan
mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na'udzu
billah min dzalik
Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau
alasannya apa ya ukht?
Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab .......... (dia cerita
cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin
Aisyah).
Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat
suara.
Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina,
semoga Allah membakarnya di neraka.
Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup
dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan
kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar
dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih
jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum
pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau
tentang hal itu.
Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?
Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya
rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga
laknat selalu menyertainya.
Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam
hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-
anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah
pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan
menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah
mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan
membuat hati panas.
Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?
Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih
kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat
bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah
seorang pelacur, ini ada kitabnya.
Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma'rifat rijal
kalau Aisyah tidak salah ingat.
dan Aisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka
ucapkan.
Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat,
sampai telinga ini seperti sudah bengkak.
Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar
ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin
Aisyah tanyakan mengenai isinya.
Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri
mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa
ngomong besar.
Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan
kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung
menjawabnya.
Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya
bawa hehe.
Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari
ini.
Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.
Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan
tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini
ustadz?
Ustadz Syiah: Halaman berapa?
Aisyah: 150 no 111
Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin
ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?
Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?
Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.
Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
"Yaa 'Aliy anta washiyyi 'ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa
'ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man
tholaqtuha fa ana bari’un minha".
Ustadz Syiah hanya bergumam
Aisyah: Benarkah ini ustadz?
Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.
Aisyah: Isi wasiat ini adalah
"wahai 'Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul
baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat,
dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku
pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan
barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia
tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang
mahsyar."
Benarkah ini ustadz?
Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.
Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu
pernah dicerai oleh Rasulullah?
Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..
Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai
Rasulullah wafat?
Ustadz Syiah: Ya benar.
Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka
sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk
surga??
Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik
kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.
Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini
adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap
oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?
Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara
menafsirkannya.
Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi
sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri
pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.
Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan
penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.
Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.
Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu
hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah
lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.
Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya
wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang
menyatakannya sebagai hadits palsu.
Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat
orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.
Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit
pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.
Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa
Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya
Rasulullah, apakah benar?
Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan
sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar,
diikuti pula oleh Umar dan Utsman.
Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang
dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?
Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang
menunaikan haji wada' disertai beberapa orang sahabat besar,
Nabi berkata kepada Buraidah: "Hai Buraidah barangsiapa
menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali
sebagai pemimpin..”
Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja
menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman
buat saya ustadz?
Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena
mendustakan Nabi.
Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal
ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika
memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan
imam Ali membai'at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi
kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan
ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah
man kuntu maulahu fa 'Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku
sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?
Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga
maksudnya.
Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya
saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang
akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?
Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.
Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?
Ustadz: Ada, shahih jiddan (sekali).
Aisyah: Bagaimana bunyinya?
Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku
sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka
serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.
Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi
tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru
saja ustadz sebutkan?
Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.
Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan
Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat
membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz
berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???
Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz
berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang
tapi malu.
Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa
Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?
Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah
radhiyallahu 'anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah
khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada
kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat
mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-
anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu
Bakar, Umar & Utsman ... Apakah ustadz mau menafikan itu
semua?
Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.
Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.
Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.
Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?
Ustadz Syiah: Allahu a'lam, saya permisi dulu.
Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita
syiah)?
Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: "Saya akan kembali lagi
besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya"
Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya
pamit.
Wassalamu 'alaikum..
Kami: Wa'alaikumussalam warahmatullah.
Selesai. (iz) Dari Fb M.Ridzal
Semoga bermnfaat, baca smpe selesai ya...
Kisah Aisyah ini terjadi pada hari Senin (15/9/14) di kota Medan,
sebelum dia pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat
rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu
karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari
lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan
membawanya ke pengajian.
Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang
penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada
sepupunya
Siapa mereka?
Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA.
Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat islami,
dia berkata: nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian
yang tertutup (jilbab besar).
Sepupunya menimpali: Tapi pemahaman mereka beda dengan
pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.
Aisyah pun bertanya: Memang bagaimana perbedaannya?
Sepupunya menjawab: Lebih baik kau bicara sendiri dengan
mereka.
Aisyah menjawab: Tapi aku sedang ada pengajian.
Sepupunya berkata: Sebentar saja, setidaknya kau bisa
mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.
Baiklah kata Aisyah.
Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan
mengucapkan salam.
Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan
bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.
Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya,: Kalian syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.
Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-
wanita Syiah..
Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi
memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan
tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam
pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.
Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang
sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian
sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah
dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian
punya waktu?
Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.
Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan
menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.
Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan
pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke
rumahmu?
Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna
Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..
Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna,
sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari
Islam.
Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan
pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.
Setelah selesai shalat Isya' beberapa menit kemudian datanglah
mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama
seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya,
berjubah putih dan imamah hitam.
Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan
mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.
Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam
mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung
mempersilahkan mereka masuk rumah.
Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah,
Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian
membawa seorang lelaki.
Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.
Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh
masuk?
Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani
kalian.
Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-
laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu
yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian
mereka.
Singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah
mereka pun di mulai.
Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya
siapa?
Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman
Salsabila, kenapa ya ukht?
Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin
memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami
panggil dengan Salsa saja?
Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan
nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan
mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na'udzu
billah min dzalik
Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau
alasannya apa ya ukht?
Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab .......... (dia cerita
cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin
Aisyah).
Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat
suara.
Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina,
semoga Allah membakarnya di neraka.
Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup
dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan
kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar
dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih
jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum
pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau
tentang hal itu.
Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?
Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya
rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga
laknat selalu menyertainya.
Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam
hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-
anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah
pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan
menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah
mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan
membuat hati panas.
Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?
Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih
kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat
bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah
seorang pelacur, ini ada kitabnya.
Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma'rifat rijal
kalau Aisyah tidak salah ingat.
dan Aisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka
ucapkan.
Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat,
sampai telinga ini seperti sudah bengkak.
Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar
ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin
Aisyah tanyakan mengenai isinya.
Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri
mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa
ngomong besar.
Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan
kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung
menjawabnya.
Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya
bawa hehe.
Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari
ini.
Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.
Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan
tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini
ustadz?
Ustadz Syiah: Halaman berapa?
Aisyah: 150 no 111
Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin
ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?
Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?
Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.
Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
"Yaa 'Aliy anta washiyyi 'ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa
'ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man
tholaqtuha fa ana bari’un minha".
Ustadz Syiah hanya bergumam
Aisyah: Benarkah ini ustadz?
Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.
Aisyah: Isi wasiat ini adalah
"wahai 'Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul
baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat,
dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku
pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan
barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia
tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang
mahsyar."
Benarkah ini ustadz?
Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.
Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu
pernah dicerai oleh Rasulullah?
Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..
Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai
Rasulullah wafat?
Ustadz Syiah: Ya benar.
Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka
sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk
surga??
Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik
kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.
Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini
adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap
oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?
Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara
menafsirkannya.
Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi
sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri
pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.
Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan
penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.
Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.
Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu
hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah
lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.
Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya
wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang
menyatakannya sebagai hadits palsu.
Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat
orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.
Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit
pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.
Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa
Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya
Rasulullah, apakah benar?
Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan
sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar,
diikuti pula oleh Umar dan Utsman.
Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang
dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?
Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang
menunaikan haji wada' disertai beberapa orang sahabat besar,
Nabi berkata kepada Buraidah: "Hai Buraidah barangsiapa
menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali
sebagai pemimpin..”
Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja
menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman
buat saya ustadz?
Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena
mendustakan Nabi.
Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal
ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika
memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan
imam Ali membai'at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi
kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan
ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah
man kuntu maulahu fa 'Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku
sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?
Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga
maksudnya.
Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya
saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang
akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?
Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.
Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?
Ustadz: Ada, shahih jiddan (sekali).
Aisyah: Bagaimana bunyinya?
Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku
sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka
serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.
Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi
tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru
saja ustadz sebutkan?
Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.
Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan
Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat
membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz
berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???
Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz
berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang
tapi malu.
Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa
Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?
Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah
radhiyallahu 'anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah
khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada
kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat
mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-
anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu
Bakar, Umar & Utsman ... Apakah ustadz mau menafikan itu
semua?
Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.
Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.
Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.
Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?
Ustadz Syiah: Allahu a'lam, saya permisi dulu.
Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita
syiah)?
Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: "Saya akan kembali lagi
besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya"
Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya
pamit.
Wassalamu 'alaikum..
Kami: Wa'alaikumussalam warahmatullah.
Selesai. (iz) Dari Fb M.Ridzal







